Kunci Antik di Butik Anya
(part 2)
“Ya Ampuunnnn!! Hah Astagfirullah! Astagfirullahal’adzim!
Gantunganyaaaaa!!! Terus, kuncinyaa juga!! Aduh gimana ini.. masa ga ada sih?,”
teriaknya panik setelah menyadari gantungan dengan bandulan kunci miliknya
tidak lagi tergantung di risleting tasnya. Dibukanya semua risleting yang
terpasang di tasnya, dikeluarkan seluruh isi tasnya, kemudia berlanjut dengan
pencarian di seluruh sisi kasur Anya, hingga 10 menit kemudian pemandangan di
kamar Anya tak berbeda dengan kondisi kapal pecah. Sprei yang tadinya terpasang
cantik di spring bednya kini erserakan dilantai, bantal dan gulingnya sudah ada
di depan pintu kamar mandi, juga isi tas yang tadi ia keluarkan semuanya.
Pencarian berlanjut ke Toyota Yaris milik Anya, dasboard, bagasi
belakang, sarung jok, tempat menyimpan kaset, karpet, semua ia periksa dengan
wajah panik. Bu Farah dan Pak Hamdin yang dari tadi memperhatikan kelakuan
putrinya itu hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Sejurus kemudian,
Allahuakbar... Allahuakbar... 2x
Asyhaduallaailaahaillallaah...
...
Adzan magrib
dikumandangkan dari mushola As-Syuhada yang terletak 2 gang dari rumah Anya. “mbok
ya shalat dulu nduk, baru nanti dilanjutkan mencarinya, tapi jangan lupa di
beresi lagi, kamarmu itu loh, ora ono apik-apik ne tenan, cepet sana ambil
wudhu.” Ucap Pak Hamdin seraya pergi meninggalkan rumah hendak menunaikan
shalat magrib berjamaah di mushola, “hah iyadeh pak siapa tahu abis solat
kuncinys ketemu yaa..”
0 komentar:
Posting Komentar