Pages

Selasa, 08 Oktober 2013

Kunci Antik di Butik Anya
(part 2)
 “Ya Ampuunnnn!! Hah Astagfirullah! Astagfirullahal’adzim! Gantunganyaaaaa!!! Terus, kuncinyaa juga!! Aduh gimana ini.. masa ga ada sih?,” teriaknya panik setelah menyadari gantungan dengan bandulan kunci miliknya tidak lagi tergantung di risleting tasnya. Dibukanya semua risleting yang terpasang di tasnya, dikeluarkan seluruh isi tasnya, kemudia berlanjut dengan pencarian di seluruh sisi kasur Anya, hingga 10 menit kemudian pemandangan di kamar Anya tak berbeda dengan kondisi kapal pecah. Sprei yang tadinya terpasang cantik di spring bednya kini erserakan dilantai, bantal dan gulingnya sudah ada di depan pintu kamar mandi, juga isi tas yang tadi ia keluarkan semuanya.

Pencarian berlanjut ke Toyota Yaris milik Anya, dasboard, bagasi belakang, sarung jok, tempat menyimpan kaset, karpet, semua ia periksa dengan wajah panik. Bu Farah dan Pak Hamdin yang dari tadi memperhatikan kelakuan putrinya itu hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Sejurus kemudian,

Allahuakbar... Allahuakbar... 2x
Asyhaduallaailaahaillallaah...
...


Adzan magrib dikumandangkan dari mushola As-Syuhada yang terletak 2 gang dari rumah Anya. “mbok ya shalat dulu nduk, baru nanti dilanjutkan mencarinya, tapi jangan lupa di beresi lagi, kamarmu itu loh, ora ono apik-apik ne tenan, cepet sana ambil wudhu.” Ucap Pak Hamdin seraya pergi meninggalkan rumah hendak menunaikan shalat magrib berjamaah di mushola, “hah iyadeh pak siapa tahu abis solat kuncinys ketemu yaa..”

0 komentar:

Posting Komentar